KetapangPers
Oleh; kristoporus popo
Jalan Pelang-Tumbang Titi mulai gencar dibangun sejak tahun 1985. Hitung aja sudah berjalan 41 tahun.
Tentunya sudah banyak kemajuan di ruas jalan itu.Saya pernah merasakan saat jalan itu ada daerah “meeting” yakni beberapa kilometer jalanan ditimbun dengan batang kelapa atau batang kayu, serasa naik kuda.Motor pun bisa hancur dan banyak juga orang yang mendorong kendaraannya ketimbang dinaiki, itu sekira 3 km.
Sekarang ini ruas jalan Pelang-Tumbang Titi terhitung lumayanlah.Pemda pun berupaya terus menganggarkannya. untuk tahun 2026 ini sumber KetapangPers mendapat info dianggarkan lagi Rp.15 miliar.
Ruas Jalan dari Desa Pelang-menuju Kec.Tumbang Titi itu sekitar 86 km. Ada juga menyebutnya Jl.Pelang-Batu Tajam karena memang ruas jalan itu dari Desa Pelang-sampai Desa Batu Tajam 2 (Ds.Aur Gading). Titik lumayan parah tentunya dari Parit Kanal- hingga Kepuluk (Indotani). Lebih spesifik lagi titik parahnya bila ditarik dari arah Tumbang Titi start dari Kepuluk menuju Pelang ada sekitar 3 km tidak bergambut parah itu bisa langsung pengaspalan.Lanjut ada sekitar 5 km hingga sampai pak kacong merupakan daerah gambut tebal sedalam 7 meter namun diatas permukaannya sudah keras akibat pengerjaan tambal sulam selama ini setebal 2 meter.Jadi yang sangat parah akibat gambut itu hanya 5 km.
Sumbang saran untuk Tender proyek jl.Pelang-Batu Tajam tahun 2026 ini, agar supaya secepatnya ditender,jika perlu bulan maret, agar tidak keburu musim hujan.Karena proses tender-kontrak-pencairan uang muka dll. Memerlukan waktu 1 bulan, jadi bisa mulai kerja bulan April.Untuk itu Dinas PU segera menunjuk Pejabat Pengadaan dan survey.
Oh ya, Jl.Pelang-Batu Tajam ini dipergunakan hampir seluruh kecamatan daerah pedalaman di kabupaten Ketapang, untuk angkutan barang dan orang.
Kita yakin ruas jalan yang sangat penting itu semakin nampak kemajuan. Semoga 🙏
***Penulis; Pimpinan Umum Media KetapangPers (diterbitkan yayasan ketapangpers sejak th.2002).


















